BerandaPanduan & TipsAnalisa TeknikalApa Itu Analisis Teknikal dan Bagaimana Cara Menggunakannya?

Apa Itu Analisis Teknikal dan Bagaimana Cara Menggunakannya?

Analisis teknikal dilakukan dengan cara melihat riwayat pola pergerakan harga untuk menentukan probabilitas dan posisi untuk membuka dan menutup transaksi. Oleh karenanya, analisis teknikal adalah salah satu jenis analisis yang paling banyak digunakan. Artikel ini akan membahas tiga teknik analisis yang paling umum: analisa teknikal, dan bagaimana hal tersebut dapat membantu untuk membuat strategi trading.

Pengenalan

Siapa yang ingat ketika analisis fundamental dianggap sebagai satu-satunya cara yang nyata atau tepat untuk membuat keputusan trading? Kembali ke 1970-1980, analisis teknikal hanya digunakan oleh segelintir trader, yang dianggap oleh para pelaku pasar sebagai orang gila. Meskipun sulit dipercaya, Wall Street dan sebagian besar pengelola dana serta lembaga keuangan besar pernah berpikir bahwa analisis teknikal adalah suatu bentuk hocus-pocus mistis. Sekarang, tentu saja, justru sebaliknya yang terjadi. Hampir semua trader berpengalaman menggunakan beberapa bentuk analisis teknikal untuk membantu mereka merumuskan strategi trading. Terkecuali bagi beberapa pihak yang terjebak dalam komunitas akademis, analisis fundamental yang “murni” hampir punah. Apa yang menyebabkan perubahan perspektif secara dramatis ini?

Mengapa Analisis Teknikal

Kami yakin dan tidak mengherankan bagi siapa pun bahwa jawaban atas pertanyaan ini sangat sederhana: Uang! Masalah dari membuat keputusan trading menggunakan perspektif yang sangat fundamental adalah sulit untuk menghasilkan uang secara konsisten. Bagi anda yang mungkin belum familiar dengan analisis fundamental, izinkan kami menjelaskannya. Analisis fundamental mencoba untuk mempertimbangkan semua variabel yang dapat mempengaruhi keseimbangan atau ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan saham, komoditas, atau instrumen keuangan tertentu.

Dengan menggunakan model matematika, terutama yang mempertimbangkan berbagai faktor penting (suku bunga, neraca, pola cuaca, dan lain-lain), analis memproyeksikan harga masa depan. Masalah dengan model ini adalah bahwa mereka jarang, memasukkan trader lain sebagai variabel. Orang-orang, mengekspresikan harapan mereka tentang masa depan, sehingga membuat harga bergerak – bukan model. Fakta bahwa sebuah model membuat proyeksi yang logis dan masuk akal berdasarkan semua variabel yang relevan menjadi tidak terlalu berarti jika trader yang berkontribusi atas sebagian besar volume perdagangan tidak mengetahui model tersebut atau tidak mempercayainya. Faktanya, banyak trader, terutama mereka yang berada di lantai bursa berjangka yang memiliki kemampuan untuk menggerakkan harga ke satu arah atau arah lainnya secara dramatis, biasanya tidak memiliki sedikit pun konsep tentang faktor penawaran dan permintaan secara fundamental yang seharusnya mempengaruhi harga.

Lebih lanjut, pada saat tertentu, sebagian besar aktivitas trading mereka dipicu oleh respon terhadap faktor emosional yang sepenuhnya berada di luar parameter model fundamental. Dengan kata lain, orang yang trading (dan akibatnya menggerakkan harga) tidak selalu bertindak secara rasional.

Pada akhirnya, analis fundamental merasa bahwa prediksinya tentang harga di masa depan adalah benar. Namun, pergerakan harga bisa sangat fluktuatif sehingga akan sangat sulit, bukan tidak mungkin, harga bertahan sebelum mencapai target.

Apa Itu Analisis Teknikal

Analisis teknikal telah ada sejak pasar berbentuk bursa. Tetapi, setidaknya hingga akhir 1970-an atau awal 1980-an,  para pelaku pasar tidak menerima analisis teknikal sebagai alat yang layak untuk menghasilkan uang.

Berikut adalah hal yang diketahui oleh analis teknikal untuk menangkap peluang dari sebagian besar generasi pelaku pasar:

Jumlah trader yang berpartisipasi di pasar pada hari, minggu, atau bulan tertentu. Sebagian besar dari trader tersebut akan melakukan hal yang sama secara berulang-ulang sebagai upaya untuk menghasilkan uang. Dengan kata lain, setiap individu akan mengembangkan pola perilaku, dan sekelompok individu, berinteraksi satu sama lain secara konsisten, sehingga membentuk pola perilaku kolektif. Pola perilaku tersebut pada akhirnya dapat diamati dan diukur, dan secara statistik terjadi secara berulang.

Analisis teknikal adalah metode yang mengukur perilaku kolektif ini ke dalam pola-pola yang dapat diidentifikasi dan dapat memberikan indikasi yang jelas ketika terdapat sebuah peluang besar.

Dalam arti tertentu, analisis teknikal memungkinkan anda untuk masuk ke dalam pikiran pasar dan memprediksi apa yang mungkin terjadi selanjutnya, berdasarkan jenis pola yang dihasilkan oleh pasar pada saat sebelumnya. Sebagai metode untuk memproyeksikan pergerakan harga di masa depan, analisis teknikal ternyata jauh lebih unggul dibandingkan analisis fundamental murni. Analisis teknikal membuat trader tetap fokus pada apa yang terjadi di pasar saat ini dan menghubungkannya dengan apa yang terjadi di masa lalu, alih-alih fokus memprediksi pasar berdasarkan apa yang logis dan masuk akal sebagaimana ditentukan oleh model matematika.

Di sisi lain, analisis fundamental menciptakan sesuatu yang kami sebut “kesenjangan realitas” antara “apa yang seharusnya” dan “apa yang terjadi”. Kesenjangan realitas membuatnya sulit untuk memprediksi apa pun terlebih untuk memprediksi jangka panjang. Sebaliknya, analisis teknikal tidak hanya menutup kesenjangan realitas tersebut, tetapi juga menyediakan sejumlah peluang yang dapat dimanfaatkan secara hampir tidak terbatas. Analisis teknikal membuka lebih banyak kemungkinan karena mengidentifikasi bagaimana pola perilaku yang sama berulang di setiap kerangka waktu – waktu ke waktu, harian, mingguan, tahunan, dan rentang waktu di antaranya.

Dengan kata lain, analisis teknikal mengubah pasar menjadi aliran peluang tanpa batas untuk memperkaya diri sendiri.

https://www.youtube.com/watch?v=euRStO8ILrQ&t=2s
Sumber: MasterClass Trading Forex

Keterbatasan Analisis Teknikal

Jika analisis teknikal dapat bekerja dengan baik, lalu mengapa ada semakin banyak pelaku pasar yang mengalihkan fokusnya dari analisis teknikal ke analisis mental, yang berarti psikologi trading?

Alasan yang paling mungkin adalah anda tidak puas dengan kesenjangan antara apa yang anda anggap sebagai potensi tidak terbatas untuk menghasilkan uang dan apa yang akhirnya anda dapatkan. Itulah masalah dalam analisis teknikal jika anda ingin menyebutnya sebagai masalah. Setelah anda belajar cara mengidentifikasi pola dan membaca pasar, anda akan menemukan peluang tidak terbatas untuk menghasilkan uang. Tapi, seperti yang kami yakini bahwa anda telah mengetahuinya, ada juga kesenjangan yang besar antara apa yang anda pahami tentang pasar, dan kemampuan anda untuk mengubah pengetahuan tersebut menjadi keuntungan yang konsisten atau grafik ekuitas yang terus naik.

Pikirkan tentang berapa kali anda melihat grafik dan berkata pada diri anda sendiri, “Hmmm, sepertinya pasar sedang naik (atau turun, tergantung kondisinya)”, dan apa yang anda pikirkan benar-benar terjadi. Tapi anda tidak melakukan apa pun kecuali hanya melihat pergerakan pasar sementara anda menyesali atas semua uang yang bisa anda hasilkan. Ada perbedaan besar antara memprediksi bahwa sesuatu akan terjadi di pasar (dan memikirkan semua uang yang bisa anda hasilkan) dan kenyataan untuk benar-benar membuka dan menutup posisi. Kami menyebut perbedaan ini, dan yang lain menyukainya, sebagai “kesenjangan psikologis” yang dapat menjadikan trading sebagai salah satu usaha tersulit yang dapat anda lakukan dan tentu saja merupakan salah satu hal yang paling misterius untuk dikuasai.

Pertanyaan besarnya adalah: Bisakah trading dikuasai?

Apakah mungkin untuk melakukan trading forex secara mudah dan sederhana seperti yang tersirat ketika anda hanya melihat pasar dan memikirkan kesuksesan, dibandingkan dengan benar-benar memasang dan menutup posisi? Tidak hanya jawabannya yang tegas “ya”, tetapi itulah tepatnya yang dirancang untuk diberikan oleh blog ini kepada anda – wawasan dan pemahaman yang anda butuhkan tentang diri anda dan tentang forex (apa itu forex dan bagaimana cara kerjanya) dan sifatnya. Jadi hasilnya adalah melakukannya menjadi semudah, sederhana, dan bebas stres seperti ketika anda hanya melihat pasar dan berpikir untuk melakukannya.

Dasar Analisis Teknikal

Pada pergantian abad, Dow Theory menjadi dasar atas apa yang kemudian menjadi analisis teknikal modern. Dow Theory tidak disajikan sebagai satu kombinasi lengkap melainkan disatukan dari tulisan-tulisan Charles Dow selama beberapa tahun. Dari sekian banyak teori yang dikemukakan oleh Dow, ada tiga teorinya yang terkenal:

  • Harga mencerminkan segalanya: Analisis teknikal menggunakan informasi harga untuk menafsirkan apa yang terjadi di pasar dengan tujuan untuk memprediksi masa depan.
  • Pergerakan harga tidak sepenuhnya acak: Salah satu cara untuk melihat kondisi pasar adalah bahwa pasar dapat mengalami periode fluktuasi acak yang lebih panjang, diselingi oleh periode pergerakan tidak acak yang lebih pendek… Tujuan dari analisis grafik adalah untuk mengidentifikasi periode tersebut.
  • “Apa” lebih penting dari “Mengapa”: Kaum teknikal percaya bahwa hal terbaik adalah dengan berkonsentrasi pada apa dan tidak peduli mengapa. Mengapa harganya naik? Ada lebih banyak pembeli (permintaan) dibandingkan penjual (penawaran). Bagaimanapun, nilai aset apa pun hanyalah apa yang seseorang bersedia untuk membayarnya. Siapa yang perlu tahu mengapa?

Analisis Grafik

Tidak seperti analisis fundamental, analisis teknikal mengabaikan spekulasi tentang apa yang mungkin dapat mempengaruhi penawaran dan permintaan. Sebaliknya, analisis teknikal hanya fokus pada bagaimana (bukan mengapa) harga bergerak dan apa yang diindikasikan oleh pergerakan tersebut terkait pergerakan harga di masa depan.

Dari empat keahlian inti untuk sukses di Forex, anda harus memahami Analisis Teknikal terlebih dahulu karena ini adalah dasar dari banyak keputusan pengendalian risiko, seperti:

  1. Menentukan transaksi apa yang menawarkan potensi risiko terendah, dan keuntungan tertinggi, dan titik menutup posisi, sehingga kita dapat membeli rendah dan menjual tinggi (atau sebaliknya dalam kasus posisi short).
  2. Mengidentifikasi level harga untuk memasang stop loss atau mengambil sebagian keuntungan jika pergerakan harga berpotensi berbalik.
  3. Menentukan ukuran posisi dan membuka atau menutup posisi sebagian.

Sebagian besar analisis teknikal dilakukan melalui grafik, yang merupakan gambaran dari perilaku trader selama periode tertentu, terlepas dari spekulasi kaum fundamentalis di balik perilaku tersebut. Langkah pertama dalam mempelajari analisis teknikal adalah membaca dan memahami grafik harga.

Analisis teknikal bisa serumit atau sesederhana yang anda inginkan. Contoh di bawah ini merupakan versi sederhana untuk situasi bullish.

Contoh Analisis Teknikal
Contoh Analisis Teknikal

Tren Keseluruhan: Langkah pertama adalah mengidentifikasi tren secara keseluruhan. Hal ini dapat dilakukan menggunakan trend line, moving average, atau menganalisis harga tertinggi/terendah. Misalnya, tren dianggap naik jika harga berada di atas trend line atau moving average. Demikian pula, tren dianggap naik jika harga bentuk lembahnya lebih tinggi pada setiap pullback dan bentuk puncaknya lebih tinggi pada setiap kenaikan.

Support: Area di mana pergerakan harga cenderung tertahan dan harga terendah sebelumnya yang berada di bawah harga saat ini disebut sebagai level support. Penembusan ke bawah support akan dianggap bearish dan membuat tren keseluruhannya menjadi negatif.

Resistance: Area di mana pergerakan harga cenderung tertahan dan harga tertinggi sebelumnya yang berada di atas harga saat ini disebut sebagai level resistance. Penembusan ke atas resistance akan dianggap bullish dan membuat tren keseluruhannya menjadi positif.

Momentum: Momentum biasanya diukur menggunakan indikator Oscillator seperti MACD. Jika MACD berada di atas EMA (Exponential Moving Average) 9 hari atau positif, maka momentumnya dianggap bullish, atau naik.

Tekanan Beli/Jual: Untuk aplikasi trading forex seperti MT4 atau MT5 – yang menampilkan volume transaksi, indikator yang menggunakan volume digunakan untuk mengukur tekanan beli atau jual. Ketika indikator Chaikin Money Flow berada di atas nol, maka tekanan beli dianggap dominan. Sebaliknya, tekanan jual dianggap dominan jika indikator berada di bawah nol.

Relative Strength: Membantu trader untuk melihat pasangan mata uang mana yang paling kuat dan mana yang paling lemah pada skala waktu yang berbeda. Menggunakan indikator ini pada periode waktu tertentu akan memberitahu kita apakah pasangan mata uang tersebut jenuh beli atau jenuh jual.

Langkah terakhir adalah menyimpulkan analisis di atas untuk memastikan hal-hal berikut:

  • Kekuatan tren saat ini.
  • Kondisi atau tahap tren saat ini.
  • Rasio risk/reward untuk posisi baru.
  • Level entry yang potensial untuk membuka posisi baru.

Kelebihan Analisis Teknikal

Fokus Pada Harga

Jika tujuannya adalah untuk memprediksi harga di masa depan, maka masuk akal untuk fokus pada pergerakan harga. Pergerakan harga biasanya mendahului perubahan fundamental. Dengan berfokus pada pergerakan harga, teknikalis secara otomatis berfokus pada masa depan. Pasar dianggap sebagai indikator utama dan umumnya mendahului ekonomi selama 6 hingga 9 bulan. Untuk mengimbangi pasar, maka masuk akal untuk melihat langsung pergerakan harga. Seringkali dibandingkan tidak, perubahan adalah binatang yang jinak. Meskipun pasar rentan terhadap reaksi spontan, sebuah petunjuk biasanya muncul sebelum terjadinya sebuah pergerakan yang signifikan. Seorang teknikalis akan menganggap periode akumulasi sebagai indikasi kenaikan dan periode distribusi sebagai indikasi penurunan harga di masa depan.

Supply, Demand, dan Price Action

Banyak teknikalis menggunakan harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan ketika melakukan analisis pergerakan harga pasangan mata uang atau saham. Ada sebuah informasi yang bisa diperoleh dari setiap bit informasi. Secara terpisah, ini tidak akan bisa memberi tahu banyak. Namun, secara bersamaan, harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan mencerminkan kekuatan penawaran dan permintaan.

Contoh di atas menunjukkan saham yang dibuka dengan gap up. Sebelum pembukaan, jumlah order beli melampaui jumlah order jual sehingga harganya dinaikkan guna menarik lebih banyak penjual. Ada lebih banyak permintaan di awal perdagangan. Harga tertinggi mencerminkan kekuatan permintaan (pembeli). Harga terendah mencerminkan ketersediaan pasokan (penjual). Harga penutupan mewakili harga akhir yang disepakati oleh pembeli dan penjual. Dalam hal ini, harga penutupan berada jauh di bawah harga tertinggi dan lebih dekat ke harga terendah. Ini memberitahu kita bahwa meskipun permintaan (pembeli) kuat pada siang hari, penawaran (penjual) pada akhirnya menang dan memaksa harga kembali turun. Sekalipun terjadi tekanan jual, harga penutupan tetap berada di atas harga pembukaan. Dengan melihat pergerakan harga dalam periode waktu yang lama, kita dapat melihat hasil pertempuran antara penawaran dan permintaan. Dalam bentuknya yang paling dasar, harga yang lebih tinggi mencerminkan adanya peningkatan permintaan dan harga yang lebih rendah mencerminkan adanya peningkatan penawaran.

Support/Resistance

Sebuah analisis grafik sederhana dapat membantu untuk mengidentifikasi level support dan resistance. Ini biasanya ditandai oleh terhentinya pergerakan harga (rentang harga) lebih lanjut, sehingga harga bergerak dalam rentang harga tertentu untuk jangka waktu yang lama, dan hal ini memberi tahu kita bahwa kekuatan penawaran dan permintaan adalah seimbang. Ketika harga bergerak keluar dari rentang tertentu, itu menandakan bahwa penawaran atau permintaannya sudah mulai berada di atas angin. Jika harga bergerak di atas upper band, maka permintaan dianggap menang. Jika harga bergerak di bawah lower band, maka penawaran dianggap menang.

Level support dan resistance dapat diidentifikasi menggunakan indikator seperti moving average, Bollinger Bands, Fibonacci Retracement, Pivot Point, pola candlestick, atau pola grafik barat seperti Head and Shoulder, Double dan Triple Top, Double dan Triple Bottom, dan banyak lagi.

Gambaran Riwayat Harga

Sekalipun anda adalah seorang analis fundamental yang telah teruji dan benar, grafik harga dapat menawarkan banyak informasi berharga. Grafik harga adalah nilai historis pergerakan harga pasangan mata uang selama periode waktu tertentu yang mudah dibaca. Pada sebagian besar grafik FX, grafik volume ditampilkan di bagian bawah. Dengan menggunakan gambaran historis ini, mudah untuk mengidentifikasi hal-hal berikut:

  • Reaksi sebelum dan sesudah peristiwa penting.
  • Volatilitas dulu dan sekarang.
  • Volume historis atau level trading.
  • Kekuatan relatif suatu saham terhadap pasar secara keseluruhan.

Membantu Menentukan Titik Entry

Analisis teknikal dapat membantu untuk menentukan titik entry yang tepat. Beberapa analis menggunakan analisis fundamental untuk memutuskan apa yang harus dibeli dan analisis teknikal untuk memutuskan kapan harus membeli. Bukan rahasia lagi bahwa pengaturan waktu dapat memainkan peran penting terhadap kinerja. Analisis teknikal dapat membantu untuk melihat level permintaan (support) dan penawaran (resistance) serta penembusan. Cukup menunggu penembusan ke atas resistance atau membeli di sekitar level support dapat meningkatkan pengembalian.

Kesimpulan

Analisis teknikal menganggap pasar sebagai 80% psikologis dan 20% logis. Analisis fundamental menganggap pasar sebagai 20% psikologis dan 80% logis. Psikologis atau logis mungkin terbuka untuk diperdebatkan, tetapi tidak ada pertanyaan tentang harga sekuritas saat ini. Bagaimanapun, analisis teknikal dapat digunakan oleh semua orang dan tidak ada yang meragukan legitimasinya. Harga yang ditetapkan oleh pasar telah mencerminkan jumlah pengetahuan semua pelaku pasar, dan kita tidak berurusan dengan hal ringan di sini. Para pelaku pasar ini telah mempertimbangkan (mencerminkan) semua faktor dan menetapkan harga untuk membeli atau menjual. Ini adalah kekuatan penawaran dan permintaan yang sedang terjadi. Dengan melihat pergerakan harga untuk menentukan kekuatan mana yang unggul, analisis teknikal berfokus langsung pada: Berapa harganya? Dimana saja? Kemana bergeraknya?

Meskipun ada beberapa prinsip dan aturan universal yang dapat diterapkan, perlu diingat bahwa analisis teknikal lebih merupakan bentuk seni dibandingkan sains. Sebagai bentuk seni, analisis teknikal tidak luput dari interpretasi. Namun, analisis teknikal juga fleksibel dan setiap investor hanya boleh menggunakan yang sesuai dengan gayanya. Mengembangkan gaya akan membutuhkan waktu, usaha, dan dedikasi, tetapi hasilnya dapat signifikan.

Sumber:

The First Step Guide to Technical Analysis – https://ifta.org/wp-content/uploads/2018/05/technicalhandbook_2018_NTAA.pdf

Technical Analysis – https://apta.org.au/category/technical-analysis/

Conceptual Foundations of Technical Analysis – https://www.cfainstitute.org/en/research/financial-analysts-journal/1966/conceptual-foundations-of-technical-analysis

Technical Analysis – https://www.cfasociety.org/washingtondc/Pages/Technical%20Analysis.aspx

Technical Analysis: Modern Perspectives – https://www.amazon.com/Technical-Analysis-Perspectives-Foundation-Literature/dp/1944960112

Technical Analysis Educational Foundation – https://www.taeducation.org/

Advancing the Discipline of Technical Analysis – https://cmtassociation.org/

Technical Analysis Definition – https://www.investopedia.com/terms/t/technicalanalysis.asp

Cristian Cochintuhttp://investingmagnates.com
Cristian Cochintu is a highly experienced trader, author, and analyst, currently Chief Operation Officer at Investing Magnates. Trading Style Analytical Profile: More Technical, Less Fundamental Time Frame: Long-Term (weeks to months) Type: Position Experience Started trading in Forex in 2004 and expanded to Stocks in 2007 Has worked with Admiral Markets since 2009 starting as a market analyst Has spoken at numerous online seminars, trader expos, and conferences over the years
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments