BerandaBelajar TradingApa Itu Reksadana dan Bagaimana Cara Memilihnya

Apa Itu Reksadana dan Bagaimana Cara Memilihnya

Reksadana adalah salah satu alat yang paling umum digunakan oleh investor untuk membuat portofolio. Jika anda memiliki akun broker untuk menginvestasikan uang anda – kemungkinan besar portofolio anda termasuk reksa dana. Artikel ini akan menjelaskan tentang apa itu reksadana dan bagaimana cara investasi reksadana.

Apa itu reksa dana?

Reksa dana adalah instrumen investasi yang terdiri dari sekumpulan dana yang dikumpulkan dari banyak investor – seringkali ribuan – untuk diinvestasikan ke dalam saham, obligasi, dan aset lainnya. Investor membeli saham dalam reksa dana tersebut, yang juga akan dibebankan biaya atas pengelolaan dana investasi di dalamnya.

Popularitas reksa dana akan bergantung pada cara mereka untuk melakukan investasi secara efektif pada berbagai aset yang dapat membantu menyeimbangkan risiko dan dari waktu ke waktu meraup keuntungan. Rata-rata investor tidak memiliki keahlian atau uang tunai untuk membuat portofolio saham atau obligasi. Itu sebabnya sebagian besar investor bergantung pada reksa dana untuk melakukan pembelian dan penjualan portofolio untuk mereka.

Reksa dana dikelola secara aktif atau pasif, dan strategi apa yang digunakan oleh reksa dana akan memengaruhi biaya dan ekspektasi kinerja reksa dana tersebut. Reksa dana yang dikelola secara aktif dikelola oleh para profesional yang seringkali mencoba untuk mengalahkan pasar. Sedangkan reksa dana yang dikelola secara pasif mengikuti strategi yang telah ditentukan dan berharap dapat meniru kinerja pasar.

Reksa dana yang dikelola secara aktif cenderung membebankan biaya yang lebih tinggi – disebut expense ratio – dibandingkan reksa dana pasif. Reksa dana jenis ini juga memiliki potensi risiko dan keuntungan yang lebih tinggi: Namun sebuah studi menunjukkan bahwa strategi investasi pasif sering kali memberikan pengembalian yang lebih baik.

Dalam beberapa tahun terakhir, posisi reksa dana mulai tergantikan oleh Exchange Traded Fund (ETF) sebagai pilihan investasi reksa dana.

Apa kelebihan reksa dana?

Reksa dana dapat menghasilkan keuntungan melalui tiga cara: ketika reksa dana menerima dividen atau bunga atas sekuritas dalam portofolionya dan mendistribusikan jumlahnya secara proporsional kepada para investornya; ketika reksa dana menjual sekuritas yang harganya naik; dan ketika nilai aset bersih reksa dana – dan juga, saham anda – naik.

Reksa dana menciptakan skala ekonomi. Membeli saham dan obligasi akan mengurangi kesempatan bank untuk mendapatkan dana simpanan dari warga. Reksa dana mengumpulkan uang tunai dari ribuan investor, dan memberikan cara yang hemat biaya untuk mendapatkan keuntungan di pasar.

Reksa dana adalah alat yang ampuh untuk mendiversifikasi tabungan pensiun. Dengan menyatukan sumber daya, reksa dana juga dapat menyebarkan risiko dan memberikan pilihan yang lebih besar antara investasi konservatif dan berisiko, serta campuran industri dan kelat aset yang lebih luas.

Jenis-jenis reksa dana

Ada sekitar 8.000 reksa dana yang ditawarkan dengan berbagai tingkat risiko dan potensi pengembalian. Berikut adalah beberapa dasar-dasarnya, dimulai dengan reksa dana yang paling tidak berisiko:

  • Reksadana pasar uang berinvestasi dalam utang jangka pendek berkualitas tinggi yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan. Tingkat pengembaliannya mungkin tidak jauh lebih baik dibandingkan dengan apa yang anda dapatkan dari rekening tabungan anda.
  • Reksadana pendapatan tetap juga berinvestasi dalam utang pemerintah dan perusahaan berkualitas tinggi, tetapi tujuan utamanya adalah memberikan aliran pendapatan yang stabil kepada investor. Pensiunan dan investor konservatif mungkin tertarik dengan jenis reksa dana ini.
  • Reksadana obligasi berinvestasi dalam obligasi dan tingkat risikonya tergantung pada kelayakan kredit penerbit obligasi. Pemerintah sama dengan baik; perusahaan yang lemah sama dengan kurang baik.
  • Reksadana campuran berinvestasi dalam campuran saham, obligasi, mata uang, cryptocurrency, dan sekuritas lainnya, yang bertujuan untuk memberikan perpaduan yang solid antara keuntungan dan keamanan. Banyak reksadana campuran adalah “reksa dana dari reksa dana”, yang berarti mereka berinvestasi pada reksa dana lain. Contoh umumnya adalah target date fund, pilihan default dari banyak rencana pensiun yang disponsori oleh pemberi kerja seperti 401(k)s.
  • Reksadana saham diinvestasikan ke dalam saham perusahaan dan memiliki risiko paling besar, sekaligus potensi pengembalian paling besar. Fluktuasi pasar dapat mempengaruhi keuntungan atau kerugian anda secara drastis.

Reksadana saham dapat dibagi ke dalam beberapa jenis, tergantung pada tujuan dari reksa dana tersebut:

Reksadana berdasarkan ukuran perusahaan

Beberapa reksadana hanya fokus pada perusahaan “berkapitalisasi besar” atau “berkapitalisasi kecil”, yang mengacu pada kapitalisasi pasar, atau nilai dari suatu perusahaan:

  • Reksadana kapitalisasi besar: Perusahaan dengan nilai pasar $10 miliar atau lebih.
  • Reksadana kapitalisasi menengah: Perusahaan dengan nilai pasar $2 miliar hingga $10 miliar.
  • Reksadana kapitalisasi kecil: Perusahaan dengan nilai pasar $300 juta hingga $2 miliar.

Reksadana industri atau sektor

Reksa dana ini fokus pada industri tertentu, seperti teknologi, minyak dan gas, penerbangan, atau layanan kesehatan. Misalnya, investor yang ingin mendapatkan eksposur pada perusahaan seperti Google dan Apple dapat melakukan investasi pada reksadana teknologi. Memiliki reksadana pada sektor yang berbeda dapat membantu mendiversifikasi portofolio anda, sehingga jika salah satu industri tertekan (seperti pecahnya gelembung saham dot-com pada tahun 2000), kerugian tersebut dapat diimbangi oleh keuntungan di sektor lain.

Reksadana pertumbuhan dan nilai

Gaya investasi dari reksadana ini berbeda dengan reksa dana lainnya. Reksadana pertumbuhan, seperti namanya, mencari saham yang diyakini oleh manajer investasi akan memiliki pengembalian yang lebih baik dari rata-rata. Reksadana nilai mencari perusahaan yang harga sahamnya (anda dapat menebaknya) undervalued.

Reksadana pasar internasional, global, dan negara berkembang

Lokasi geografis juga dapat menentukan bagaimana reksadana dibuat. Reksadana internasional berinvestasi pada perusahaan yang melakukan bisnis di luar AS, sementara reksa dana global berinvestasi pada perusahaan yang melakukan bisnis baik di AS maupun di luar negeri. Reksa dana pasar negara berkembang menargetkan negara-negara dengan pasar kecil namun berkembang.

Cara Investasi Reksadana

Kelebihannya jelas: Reksa dana mengumpulkan uang dari ribuan investor dan, atas nama mereka, menginvestasikannya ke berbagai jenis aset, industri, geografi, dan lainnya – diversifikasi dengan biaya yang sangat kecil.

Berikut adalah 5 langkah untuk membeli reksadana:

Langkah 1. Putuskan apakah akan aktif atau pasif

Pilihan pertama anda mungkin yang terbesar: Apakah anda ingin mengalahkan pasar atau mencoba menirunya? Ini juga merupakan pilihan yang cukup mudah: Salah satu pendekatan lebih mahal dibandingkan pendekatan lainnya, bahkan seringkali tidak memberikan pengembalian yang lebih baik.

Reksa dana yang dikelola secara aktif dikelola oleh para profesional yang melakukan riset tentang apa yang ada di luar sana dan membelinya dengan tujuan untuk mengalahkan pasar. Sementara beberapa manajer investasi mungkin dapat mencapai ini dalam jangka pendek, tetapi terbukti sulit untuk mengungguli pasar dalam jangka panjang dan secara konsisten. Reksa dana jenis ini juga cenderung lebih mahal karena adanya intervensi manajer investasi.

Jenis lainnya adalah investasi pasif – yang semakin populer, sebagian besar berkat kemudahan prosesnya dan hasil yang diberikannya. Investasi pasif adalah investasi terbaik bagi sebagian besar orang karena reksa dana jenis ini lebih murah dan biayanya lebih sedikit.

Salah satu jenis investasi pasif adalah reksa dana indeks, yang membeli sekeranjang sekuritas yang bertujuan untuk mewakili seluruh pasar. Misalnya, membeli reksadana Standard & Poor’s 500 mencerminkan kepemilikan dalam indeks populer yang terdiri dari 500 saham, dan kinerja reksa dana tersebut bertujuan untuk mereplikasi kinerja indeks itu sendiri. Jadi, ketika terdapat berita malam yang mengatakan S&P 500 naik 3% pada hari tersebut, begitu juga dengan reksa dana indeks anda. Dan karena tidak dikelola secara aktif, biayanya lebih rendah dibandingkan reksadana yang dikelola secara aktif.

Langkah 2. Hitung anggaran anda

Ketika mempertimbangkan berapa banyak dana yang harus diinvestasikan, ingatlah bahwa kesabaran akan membuahkan hasil. Aturan yang baik adalah anda harus merasa nyaman dengan tidak mengganggu investasi tersebut selama setidaknya lima tahun guna mengimbangi penurunan pasar.

Memikirkan jumlah anggaran yang tepat dapat dilakukan dengan dua cara:

  • Berapa banyak dana yang saya perlukan untuk memulai investasi reksadana? Manajer investasi reksadana seringkali memiliki persyaratan jumlah minimal investasi. Beberapa manajer investasi lainnya bahkan tidak memiliki jumlah minimal investasi; yang lainnya dapat berkisar antara $500 hingga $3.000.
  • Jenis reksa dana apa yang tepat untuk saya? Seperti yang disebutkan sebelumnya, keuntungan besar reksa dana adalah karena mereka menawarkan cara murah untuk membuat portofolio yang beragam melalui saham (untuk pertumbuhan) dan obligasi (untuk mendapatkan pengembalian yang lebih rendah tetapi lebih stabil). Tetapi, jenis reksa dana apa saja yang tepat untuk anda? Secara umum, semakin dekat anda dengan usia pensiun, semakin banyak jenis investasi konservatif yang harus anda miliki – investor yang lebih muda memiliki lebih banyak waktu untuk keluar dari investasi yang berisiko dan pembalikan yang tidak terhindarkan. Salah satu jenis reksa dana dapat membantu menjawab pertanyaan “jenis reksa dana apa”: target-date fund, yang secara otomatis akan mengalokasikan kembali aset anda seiring bertambahnya usia.

Langkah 3. Tentukan tempat untuk membeli reksa dana

Anda membutuhkan akun broker ketika berinvestasi saham, meskipun anda juga memiliki beberapa pilihan reksa dana. Jika anda berinvestasi pada rekening pensiun yang disponsori perusahaan, seperti 401(k), ada kemungkinan anda sudah berinvestasi di reksa dana. Anda juga dapat membeli langsung dari perusahaan yang menciptakan reksa dana tersebut. Tetapi masing-masing pilihan ini mungkin memiliki pilihan reksa dana yang terbatas.

Sebagian besar investor sebaiknya membeli reksadana dari broker online, karena menawarkan pilihan reksa dana yang lebih banyak. Jika anda memilih broker saham, sebaiknya anda mempertimbangkan:

  • Keterjangkauan. Investor reksa dana dapat menghadapi dua jenis biaya: dari akun broker mereka (biaya transaksi), dan dari reksa dana itu sendiri (expense ratio dan biaya pembelian dan penjualan).
  • Pilihan reksa dana. Dana pensiun di tempat kerja mungkin hanya menawarkan selusin atau lebih reksa dana. Sebaliknya, anda menginginkan lebih banyak pilihan reksa dana. Beberapa broker menawarkan ratusan, bahkan ribuan, reksa dana tanpa membebankan biaya transaksi. Ada banyak jenis reksa dana yang tersedia, seperti Exchange Traded Fund, atau ETF, yang menawarkan kelebihan diversifikasi reksa dana tetapi dapat diperdagangkan seperti saham; dan target date fund, yang berinvestasi pada reksa dana lain dan mengalokasikan kembali asetnya menjadi lebih konservatif dari waktu ke waktu.
  • Alat riset dan edukasi. Karena ada lebih banyak pilihan, maka akan muncul kebutuhan untuk melakukan lebih banyak riset dan berpikir. Sangat penting untuk memilih broker seperti Admiral Markets (perangkat teratas kami secara keseluruhan) yang dapat membantu anda mempelajari lebih lanjut tentang reksa dana sebelum menginvestasikan uang anda.
  • Kemudahan penggunaan. Sebuah situs web atau aplikasi broker tidak akan membantu jika anda tidak dapat memahaminya. Anda harus memahami dan merasa nyaman dengan situs web atau aplikasi tersebut.

Langkah 4. Pahami dan cermati biayanya

Kembali ke pertanyaan aktif versus pasif: Secara umum, tingkat layanan reksa dana yang dikelola secara aktif akan lebih tinggi, begitu juga dengan biaya yang harus anda bayarkan.

Dengan kata lain, perusahaan akan membebankan biaya tahunan atas biaya pengelolaan dana dan biaya lainnya untuk menjalankan reksa dana tersebut, yang jumlahnya dinyatakan dalam persentase dari uang tunai yang anda investasikan, dan dikenal dengan sebutan expense ratio. Misalnya, reksa dana dengan expense ratio 1% akan dikenakan biaya $10 untuk setiap $1.000 yang anda investasikan. Biaya ini mungkin tidak dibebankan di awal, tetapi akan sepadan untuk memahaminya karena dapat memakan keuntungan anda dari waktu ke waktu.

Komisi bukanlah masalah dalam reksa dana, tetapi masih ada biaya transaksi untuk membeli atau menjual reksa dana. Beberapa reksa dana juga membebankan biaya yang dibayarkan kepada broker yang menjual reksa dana, yang terdengar seperti komisi tetapi disebut biaya penjualan.

Kabar baiknya adalah bahwa anda dapat menghindari biaya ini dengan berinvestasi pada broker yang menawarkan reksa dana tanpa biaya transaksi.

Langkah 5. Buat dan kelola portofolio anda

Setelah anda menentukan reksa dana yang ingin anda beli, ada baiknya anda memikirkan cara mengelola investasi anda.

Salah satu langkah cerdasnya adalah dengan menyeimbangkan ulang portofolio anda setahun sekali, dengan tujuan agar tetap sejalan dengan rencana diversifikasi anda. Misalnya, jika satu bagian dari investasi anda mencatatkan keuntungan besar dan saat ini menjadi bagian yang lebih besar dalam portofolio, anda dapat mempertimbangkan untuk menjual beberapa keuntungan dan berinvestasi di bagian lainnya untuk melakukan penyeimbangan ulang.

Berpegang teguh pada rencana anda juga akan mencegah anda untuk mengejar kinerja. Ini adalah risiko bagi investor reksa dana (dan saham) yang ingin membeli reksa dana setelah membaca seberapa baik kinerjanya tahun lalu. Tapi “kinerja masa lalu bukanlah jaminan kinerja masa depan” – dan ini adalah investasi klise karena sejumlah alasan. Itu tidak berarti anda harus tetap menyimpan reksa dana – lanjutkan, beli reksa dana yang ditawarkan oleh broker anda seraya melihat apakah anda dapat menemukan sesuatu yang serupa dengan harga yang lebih murah – tetapi mengejar kinerja hampir tidak pernah berhasil.

Reksa Dana Indeks vs Reksa Dana

Ada tiga hal utama yang membedakan antara reksa dana indeks dengan reksa dana yang dikelola secara aktif – siapa – atau apa – tentukan investasi apa yang dimiliki oleh reksa dana tersebut, tujuan investasi reksa dana tersebut, dan berapa biaya yang dibebankan kepada investor untuk membelinya.

Tetapi mungkin perbedaan terbesar antara dua kategori reksa dana yang berbeda ini adalah: Jika diberikan pilihan, investor memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mencatatkan pengembalian yang lebih tinggi melalui reksa dana indeks. Menjelajahi perbedaannya akan mengungkapkan alasannya.

Pengelolaan aktif vs pasif

Mengelola reksadana membutuhkan pengambilan keputusan investasi harian (terkadang setiap jam). Salah satu perbedaan antara indeks dan reksa dana reguler adalah siapa yang berada di balik tirai yang mengambil keputusan.

Dalam reksa dana indeks, tidak diperlukan pengawasan manusia yang aktif menentukan investasi mana yang akan dibeli dan dijual, karena portofolionya otomatis mengikuti indeks saham – seperti Standard & Poor’s 500 – jadi jika sebuah saham ada dalam indeks tersebut, maka akan berada di reksa dana juga.

Karena tidak ada pihak yang mengelola portofolio secara aktif – kinerjanya hanya didasarkan pada masing-masing pergerakan saham dalam indeks dan bukan seseorang yang aktif membeli dan menjual saham – investasi indeks dianggap sebagai strategi investasi pasif.

Dalam reksa dana yang dikelola secara aktif, manajer investasi atau tim manajemen membuat semua keputusan investasi. Mereka bebas membeli instrumen investasi apa pun – selama yang mereka pilih sesuai dengan prospektus reksa dana. Mereka akan memilih saham mana da berapa banyak saham yang akan dibeli atau dijual dari portofolio. Dan di sinilah masalah pada reksa dana yang dikelola secara aktif dimulai.

Tujuan investasi

Jika anda tidak bisa mengalahkan mereka, bergabunglah dengan mereka. Pada dasarnya itulah yang dilakukan oleh investor indeks.

Satu-satunya tujuan investasi reksa dana indeks adalah untuk mencerminkan kinerja indeks yang menjadi patokan. Ketika S&P 500 bergerak zigzag, begitu juga reksa dana indeks S&P 500.

Sebaliknya, tujuan investasi reksa dana yang dikelola secara aktif adalah untuk mengungguli rata-rata pasar – untuk mendapatkan pengembalian yang lebih tinggi dengan cara meminta para ahli untuk memilih instrumen investasi yang kinerjanya mereka yakini akan meningkat.

Potensi melampaui kinerja indeks adalah alasan investor untuk memilih reksadana yang dikelola secara aktif dibandingkan reksadana indeks. Tetapi anda harus membayar harga yang lebih tinggi atas jasa manajer investasi, yang menjadi perbedaan – dan yang paling penting – antara reksa dana indeks dan reksa dana yang dikelola secara aktif.

Perbedaan terbesar bagi investor: Biaya

Seperti yang dapat anda bayangkan, ada banyak biaya untuk menjalankan reksa dana. Ada gaji manajer investasi, tunjangan karyawan, ruang kantor dan biaya pemasaran guna menarik lebih banyak investor ke dalam reksa dana.

Siapa yang membayar biaya tersebut? Anda, pemegang saham. Biayanya akan digabungkan ke dalam biaya yang disebut sebagai expense ratio reksa dana.

Investor reksa dana yang dikelola secara aktif cenderung membayar lebih tinggi, dengan harapan kinerjanya dapat lebih baik dari reksa dana indeks. Tingginya biaya yang harus dibayarkan oleh investor pada akhirnya dapat mengurangi pengembalian yang mereka terima dari reksa dana tersebut, sehingga menyebabkan sebagian besar reksa dana yang dikelola secara aktif berkinerja buruk.

Reksa dana indeks juga membebankan biaya – tetapi jumlahnya lebih sedikit. Itulah sebabnya mengapa reksa dana indeks – dan reksa dana sejenis lainnya, seperti Exchange Traded Fund (ETF) – menjadi lebih populer dan terkenal karena biaya investasinya yang lebih rendah dibandingkan dengan reksa dana yang dikelola secara aktif.

Tetapi beban biaya tidak hanya terbatas pada expense ratio. Karena dikurangkan langsung dari pengembalian tahunan investor, ini menyisakan lebih sedikit ruang bagi akun untuk tumbuh secara majemuk seiring waktu. Ini adalah biaya ganda dan jumlahnya bisa sangat tinggi.

Intinya: Semakin rendah biaya pengelolaan, semakin tinggi pengembalian investasi bagi pemegang saham.

5 Reksa Dana Terbesar dan Terbaik

Saat ini, ada dua perusahaan yang mendominasi pasar reksa dana: Vanguard dan Fidelity. Keduanya menawarkan reksa dana yang sangat kuat dengan potensi pertumbuhan yang tinggi serta memiliki total aset triliunan. Jika anda tertarik dengan potensi keuntungan investasi reksa dana, berikut adalah lima reksa dana terbesar tahun lalu.

1. Vanguard Total Stock Market Index Fund Admiral Shares (VTSAX)

  • Asset under management: $921.4 billion
  • Expense ratio: 0.04%
  • Kinerja 1 tahun: 19.14%
  • Kinerja tahunan 3 tahun: 13.21%

2. Fidelity 500 Index Fund (FXAIX)

  • Asset under management: $274.1 billion
  • Expense ratio: 0.015%
  • Kinerja 1 tahun: 17.44%
  • Kinerja tahunan 3 tahun: 13.16%

3. Vanguard Institutional Index Mutual Fund (VINIX)

  • Asset under management:$231.6 billion
  • Expense ratio: 0.035 percent
  • Kinerja 1 tahun: 17.44%
  • Kinerja tahunan 3 tahun: 13.14%

4. Fidelity Government Cash Reserves (FDRXX)

  • Asset under management:$210.4 billion
  • Expense ratio: 0.38%
  • Kinerja 1 tahun: 0.39%
  • Kinerja tahunan 3 tahun: 1.25%

5. Vanguard Federal Money Market Fund (VMFXX)

  • Asset under management:$203.9 billion
  • Expense ratio: 0.11%
  • Kinerja 1 tahun: 0.58%
  • Kinerja tahunan 3 tahun: 1.49%

Trading Bebas Risiko Menggunakan Uang Virtual $100.000

Uji keterampilan trading anda menggunakan Simulator Saham GRATIS terbaik. Bersainglah dengan ribuan trader lainnya dan jadikan diri anda yang teratas! Lakukan trading di akun demo sebelum anda mulai mempertaruhkan uang anda sendiri. Juga, berlatih strategi trading sehingga ketika anda siap memasuki pasar yang sebenarnya, anda telah memiliki latihan yang anda butuhkan. >> Dapatkan akun bebas risiko

FAQ

Bagaimana cara menghasilkan uang di reksa dana?

Dalam reksa dana, anda dapat menghasilkan uang dengan tiga cara: Pendapatan yang diperoleh dari dividen saham dan bunga obligasi. Reksa dana membayarkan hampir semua pendapatan bersih yang diterimanya sepanjang tahun (dalam bentuk distribusi). Kenaikan harga sekuritas (disebut “capital gain”).

Bisakah anda mengalami kerugian di reksa dana?

Dalam reksa dana, anda mungkin kehilangan sebagian atau seluruh uang yang anda investasikan karena nilai sekuritas yang dimiliki oleh reksa dana dapat turun. Dividen atau pembayaran bunga juga dapat berubah seiring perubahan kondisi pasar.

Apa alternatif reksa dana?

Ada beberapa alternatif dari investasi reksa dana, termasuk Exchange Traded Fund (ETF). ETF biasanya membebankan expense ratio yang lebih rendah dibandingkan reksa dana, bahkan terkadang serendah 0,02%. ETF tidak membebankan biaya penjualan, tetapi investor perlu berhati-hati dengan spread bid-ask. ETF juga memberikan investor akses yang lebih mudah ke leverage dibandingkan reksa dana. ETF dengan leverage jauh lebih mungkin untuk mengungguli indeks dibandingkan manajer reksa dana, tetapi juga dapat meningkatkan risiko.

Cristian Cochintuhttp://investingmagnates.com
Cristian Cochintu is a highly experienced trader, author, and analyst, currently Chief Operation Officer at Investing Magnates. Trading Style Analytical Profile: More Technical, Less Fundamental Time Frame: Long-Term (weeks to months) Type: Position Experience Started trading in Forex in 2004 and expanded to Stocks in 2007 Has worked with Admiral Markets since 2009 starting as a market analyst Has spoken at numerous online seminars, trader expos, and conferences over the years
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments