BerandaBelajar TradingApa Itu Nasdaq 100 dan Cara Memperdagangkannya

Apa Itu Nasdaq 100 dan Cara Memperdagangkannya

Nasdaq 100 adalah salah satu indeks pertumbuhan kapitalisasi besar terkemuka di dunia. Trader tertarik terhadap indeks NASDAQ 100 karena indeks ini menawarkan eksposur atas price action yang substansial dan fluktuasi harian. NASDAQ saat ini dikenal dengan volume dan volatilitasnya dibandingkan dengan indeks utama global lainnya serta dilindungi, diawasi, dan mengikuti peraturan bursa dari regulator AS yang ketat. Pelajari semua hal tentang investasi dan trading NASDAQ melalui artikel komprehensif kami – termasuk apa yang menggerakkan harga indeks, ditambah beberapa tips untuk membantu anda memulai.

Apa Itu Nasdaq 100?

Nasdaq 100, juga dikenal sebagai indeks Nasdaq 100, atau US Tech 100, adalah indeks yang menggunakan metodologi perhitungan kapitalisasi pasar dari lebih dari 100 bisnis non-keuangan terbesar di indeks Nasdaq Composite. Indeks tersebut berfungsi sebagai indeks patokan atas saham teknologi AS, meskipun juga mencakup perusahaan di sektor ritel, industri, bioteknologi, dan kesehatan.

Bagaimana NASDAQ 100 Dihitung?

Seperti indeks pasar saham global lainnya (Dow Jones, S&P 500, DAX 30, FTSE 100), indeks NASDAQ 100 mengukur pergerakan sekeranjang saham, dan perubahan harga saham perusahaan-perusahaan tersebut akan memengaruhi pergerakan harga indeks sepanjang hari perdagangan.

Nilai indeks NASDAQ 100 sama dengan nilai agregat dari bobot masing-masing saham di dalam indeks, dikalikan dengan harga jual terakhir masing-masing saham dan kemudian dibagi dengan pembagi indeks.

Agar dapat masuk ke dalam Indeks NASDAQ 100, sebuah perusahaan harus tercatat di NASDAQ, baik pada tingkat Global Select atau Global Market. Perusahaan yang tercatat di NASDAQ juga harus:

  • Memiliki rata-rata volume perdagangan harian 200.000 lembar saham
  • Ditawarkan kepada publik setidaknya selama tiga bulan
  • Bebas dari proses kebangkrutan
  • Menyerahkan laporan keuangan triwulanan dan tahunan

NASDAQ 100 adalah indeks kapitalisasi pasar tertimbang, yang berarti bahwa perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang lebih besar akan memiliki pengaruh yang lebih besar pada harga indeks NASDAQ 100.

Perusahaan yang masuk ke dalam indeks NASDAQ 100 akan ditinjau setiap tiga bulan – akan ditambahkan atau dihapus berdasarkan ukuran kapitalisasi pasarnya dan tidak ada perusahaan yang dapat memiliki bobot lebih dari 24%.

Tetapi, NASDAQ 100 tidak dapat disamakan dengan NASDAQ Composite – yang mencakup sekitar 3.000 saham yang diperdagangkan di bursa NASDAQ. Sebaliknya, NASDAQ 100 terdiri atas 67% dari total kapitalisasi pasar NASDAQ Composite yang lebih besar dan lebih umum.

Sejarah NASDAQ 100

NASDAQ 100 diluncurkan pada 31 Januari 1985 dengan harga dasar 250. Namun, setelah harganya mencapai hampir 800 pada 31 Desember 1993, harganya diatur ulang menjadi 125 pada hari berikutnya.

Saat diluncurkan, NASDAQ 100 berusaha untuk mempromosikan diri di bawah bayang-bayang New York Stock Exchange (NYSE) dengan menciptakan dua indeks terpisah seperti yang kita kenal saat ini: NASDAQ 100, yang terdiri dari perusahaan-perusahaan di sektor industri, teknologi, ritel, telekomunikasi, kesehatan, transportasi, media, bioteknologi, dan ilmu pengetahuan; dan NASDAQ Financial 100, yang terdiri dari perusahaan-perusahaan di sektor perbankan, asuransi, dan pialang kredit.

Setelah menciptakan dua indeks terpisah, NASDAQ berharap akan ada perdagangan opsi dan berjangka pada indeks tersebut, dan reksa dana akan mengadopsinya sebagai patokan.

Cara Trading atau Investasi di NASDAQ 100

Ada dua cara yang bisa anda lakukan untuk mendapatkan eksposur NASDAQ 100: trading atau investasi. Anda bisa melakukan trading NASDAQ 100 melalui spread betting atau CFD, yang merupakan produk derivatif di pasar keuangan dan memungkinkan anda untuk trading menggunakan leverage. Untuk investasi, anda bisa mendapatkan eksposur NASDAQ 100 dengan cara membeli ETF yang berbasis indeks tersebut, atau dengan membeli saham perusahaan yang masuk ke dalam indeks NASDAQ 100.

Trading NASDAQ 100

Trading NASDAQ 100 berarti anda berspekulasi atas pergerakan harga naik atau turun indeks tersebut melalui spread betting atau CFD. Anda akan membuka posisi long ketika berspekulasi bahwa harga akan bergerak naik, dan anda akan membuka posisi short ketika berspekulasi bahwa harga akan bergerak turun.

Spread betting dan CFD adalah produk yang menggunakan leverage, yang berarti anda bisa melakukan transaksi yang jauh lebih besar hanya dengan menyetorkan sejumlah dana dengan jumlah tertentu dari nilai transaksi anda – yang dikenal sebagai margin dalam trading.

Tetapi ingat bahwa meskipun leverage dapat meningkatkan keuntungan anda, itu juga dapat meningkatkan kerugian anda. Itu karena total keuntungan atau kerugian anda ketika trading menggunakan leverage akan ditentukan oleh ukuran transaksi yang sebenarnya, bukan jumlah margin yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi tersebut.

>> Broker CFD Terbaik

Indeks Tunai

Karena biaya inap tidak termasuk ke dalam spread indeks tunai, anda mungkin ingin menutup posisi anda sebelum penutupan perdagangan setiap harinya dibandingkan dikenakan biaya tambahan ini.

>> Pelajari indeks lebih lanjut dan cara memperdagangkannya

Indeks Berjangka

Indeks berjangka memungkinkan anda untuk berspekulasi atas harga NASDAQ 100 di pasar berjangka. Trading indeks di pasar berjangka populer di kalangan trader jangka panjang karena biaya inap telah termasuk di dalam spread. Meskipun ini berarti spread sedikit lebih lebar, anda tidak akan dikenakan biaya tambahan ini di setiap akhir hari perdagangan.

>> Cara Trading Nasdaq Futures

Investasi NASDAQ 100

Tujuan dari investasi adalah untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga NASDAQ 100. Meskipun anda tidak dapat berinvestasi langsung di NASDAQ 100, anda dapat berinvestasi melalui ETF dan saham perusahaan yang masuk ke dalam indeks NASDAQ 100.

Jika anda memilih untuk berinvestasi, anda harus menyediakan modal dengan jumlah yang setara dengan nilai investasi anda karena tidak tersedia leverage untuk posisi investasi. Namun, jika anda berinvestasi di saham AS melalui broker terbaik kami, Admiral Markets, anda akan dapat melakukan transaksi tanpa dikenakan komisi apa pun berkat komisi terbaik mereka pada saham AS.

ETF Nasdaq 100

Exchange Traded Fund (ETF) akan melacak harga NASDAQ 100. ETF sering kali terdiri dari berbagai aset seperti saham perusahaan yang masuk ke dalam indeks NASDAQ 100 – dan membeli saham di ETF akan memberi anda eksposur yang serupa dengan membeli beberapa saham di NASDAQ 100.

  • Invesco EQQQ Nasdaq-100 UCITS ETF
  • iShares Nasdaq 100 UCITS ETF 
  • Amundi Nasdaq 100 UCITS ETF 
  • Invesco QQQ ETF

>> Cara membeli ETF dalam waktu kurang dari 1 jam

Saham Nasdaq 100

Saham perusahaan yang masuk ke dalam indeks NASDAQ 100 adalah cara lain untuk mendapatkan eksposur ke NASDAQ 100 melalui investasi. Ketika anda membeli saham, anda akan memiliki kepemilikan langsung, yang berarti anda mungkin akan diberikan hak suara dalam hal keputusan perusahaan, atau memenuhi syarat untuk menerima dividen.

Pilihan investasi saham perusahaan yang populer untuk mendapatkan eksposur NASDAQ 100 adalah Apple (AAPL), Alphabet (GOOG), Microsoft (MSFT), Amazon (AMZN), Tesla (TSLA), dan perusahaan teknologi besar lainnya. Ini karena NASDAQ 100 adalah indeks kapitalisasi pasar tertimbang, sehingga kinerja perusahaan yang lebih besar akan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kinerja indeks.

>> Broker Saham Terbaik

Trading NASDAQ 100: Tips & Strategi Teratas

Trading Nasdaq 100 yang sukses melibatkan teknik analisis serupa yang digunakan untuk melakukan trading di pasar keuangan lainnya. Sebelum memulai trading, trader harus memiliki alasan apakah akan melakukan trading berdasarkan analisa teknikal atau fundamental. Trader profesional akan tetap berpegang teguh pada strategi yang berisi prinsip dan pendirian yang mereka ikuti untuk menjadi sukses.

Cara Trading Nasdaq Menggunakan Analisa Teknikal

Trader menggunakan analisa teknikal untuk menganalisa grafik, mencari sinyal beli atau jual. Analisa teknikal dapat dilakukan dengan menggunakan indikator untuk membantu mereka mengidentifikasi tren pasar saat ini, perubahan sentimen, atau potensi koreksi.

Trading Nasdaq
Sumber: MT4 Admiral Markets

Pada grafik di atas kami menunjukkan bagaimana MACD (Moving Average Convergence Divergence) dapat digunakan untuk menyaring sinyal beli dan jual ketika melakukan trading NASDAQ 100. MACD terdiri dari garis MACD (garis biru) dan garis sinyal (garis oranye), ketika dua garis tersebut berpotongan dari bawah, seperti yang ditunjukkan oleh lingkaran hijau pada grafik di atas, itu merupakan sinyal beli. Ketika keduanya berpotongan dari atas (lingkaran merah), itu merupakan sinyal jual.

Ada berbagai indikator berbeda yang dapat digunakan oleh trader. Adalah hal penting bahwa trader menggunakan indikator yang mereka pahami dan merasa nyaman dengannya. Indikator tidak selalu bekerja dengan baik, sehingga trader perlu menerapkan manajemen risiko yang tepat. Manajemen risiko termasuk menggunakan leverage yang sesuai, rasio risk reward positif, dan membatasi eksposur atas semua transaksi yang terbuka hingga kurang dari 5% dari total modal.

Indikator teknikal bukan satu-satunya cara untuk mencari sinyal beli dan jual ketika trading Nasdaq 100. Trader juga dapat menggunakan pola harga seperti Support dan Resistance, Ascending Triangle, Trendline, Elliot Waves, Fibonacci Retracement, dan lain-lain untuk menemukan peluang di pasar.

Cara Trading Nasdaq Menggunakan Analisa Fundamental

Ketika trading Nasdq, ada berbagai variabel fundamental yang dapat memengaruhi harga indeks. Trader perlu menyadari variabel-variabel ini dan kemungkinan dampaknya terhadap indeks. Variabel-variabel ini dapat berkisar dari variabel makroekonomi hingga komposisi fundamental indeks. Berikut adalah beberapa penggerak utama indeks Nasdaq 100:

  • Perusahaan terbesar di Nasdaq 100. Nasdaq adalah indeks kapitalisasi pasar tertimbang sehingga perusahaan terbesar cenderung paling banyak mempengaruhi pergerakannya, seperti Apple, Microsoft, dan Amazon.
  • Beberapa indeks memiliki bobot yang berbeda, dan ini dapat memengaruhi harganya. Penting untuk memahami perbedaan antar indeks utama.
  • Perubahan sikap Federal Reserve terkait kebijakan moneter dapat memiliki efek buruk terhadap semua pasar saham, termasuk indeks Nasdaq 100.
  • Indikator Ekonomi seperti tingkat persediaan, lapangan kerja, Non Farm Payroll (NFP), CPI, suku bunga, dan PDB. Data ini dapat mengindikasikan tindakan apa yang akan diambil oleh bank sentral dalam kebijakan moneternya.
  • Perang dagang dan perang mata uang dapat berdampak pada perusahaan besar di Nasdaq, khususnya terkait tarif dan hambatan perdagangan.

FAQ

Apakah ada reksa dana indeks Nasdaq 100?

USAA Nasdaq 100 Index Fund melacak Indeks Nasdaq 100, tolak ukur perusahaan teknologi besar. Reksa dana tersebut fokus pada potensi pertumbuhan perusahaan teknologi, biotek, telekomunikasi, dan ritel. Reksa dana tersebut dikategorikan sebagai pertumbuhan besar oleh Morningstar, yang mencakup 70 persen kapitalisasi pasar teratas.

Apa perbedaan antara Nasdaq dan Nasdaq 100?

NASDAQ adalah bursa saham Amerika dan merupakan bursa saham terbesar di dunia sementara NASDAQ 100 adalah indeks NASDAQ yang terdiri dari 100 saham terkuat di bursa NASDAQ.

Apakah US100 adalah Nasdaq 100?

Indeks Nasdaq 100 (NDX), juga dikenal sebagai US100, adalah indeks pasar saham yang mewakili kinerja 103 saham yang diterbitkan oleh 100 perusahaan non-keuangan terkemuka yang tercatat di pasar saham Nasdaq.

Kapan waktu terbaik untuk trading Nasdaq 100?

Jam perdagangan reguler dimulai pada 09:30 AM ET hingga 10:30 PM ET sehingga sering kali ini merupakan waktu trading terbaik. Jam tersebut menawarkan pergerakan besar dalam waktu yang singkat. Jika anda ingin menambah jam perdagangan satu jam, anda dapat mengikuti sesi perdagangan tambahan hingga 11:30 AM ET.

Cristian Cochintuhttp://investingmagnates.com
Cristian Cochintu is a highly experienced trader, author, and analyst, currently Chief Operation Officer at Investing Magnates. Trading Style Analytical Profile: More Technical, Less Fundamental Time Frame: Long-Term (weeks to months) Type: Position Experience Started trading in Forex in 2004 and expanded to Stocks in 2007 Has worked with Admiral Markets since 2009 starting as a market analyst Has spoken at numerous online seminars, trader expos, and conferences over the years
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments